Klik VSI Yusuf Mansur

Iklan

Antara kita, Rohingya dan berbagi.

Hari Ahad, 10 September 2017 kemarin sy dan kawan2 dari Komunitas Pelajar Peduli Masyarakat mengadakan aksi galang dana untuk Rohingya. Bagi sy aksi galang dana ini bukan hanya sekedar aksi biasa, banyak pelajaran yang bisa sy ambil dari aksi tersebut. Mulai dari sebuah pengorbanan, kerja keras, dan pantang menyerah dalam mencapai tujuan yang sdh ditentukan. 

Sy terhenyak ketika melihat animo masyarakat dalam membantu saudara kita etnis Rohingya yang begitu tinggi. Apalagi saat ada seorang pemulung dan pengamen yang ikut menyumbangkan uangnya untuk Rohingya. Sy terharu saat melihat kejadian itu, bagaimana mungkin seorang pemulung & pengamen yang sudah pasti hidupnya pas-pasan tetapi berani untuk memberikan semua uang yg dia bawa untuk membantu saudaranya di Rohingya, sungguh bagi saya ini adalah keajaiban dari sebuah keyakinan. Keyakinan yang membuat hal yang berat menjadi ringan, yang impossible  menjadi possible. 


Kejadian tersebut mengajarkan kepada kami khususnya sy sendiri bahwa kepentingan saudara2 yg membutuhkan itu memang harus lebih diuatamakan. Kita harus meyakini bahwa yang namanya berbagi itu tidak mengenal kayak dan miskin, punya atau tidak punya tapi antara mau atau tidak. Kaya materi tidak menjamin orang tersebut akan rajin dalam berbagi, dan orang yang miskin blm tentu juga dia akan pelit dalam berbagi. Dalam kejadian diatas, kita bisa memahami bahwa bahwa orang yang hidupnya pas-pasan pun bila memang mau tentu dia akan menyisihkan sebagian dari rizkinya. Dan tentu saja Allah akan memberikan balasan yang terbaik bagi orang2 yang membantu sesamanya. 


Berbagi itu seperti melempar lurus batu ke atas, yang tentu akan balik lagi kea rah pelemparnya. Yaa seperti itulah berbagi, bila kita membantu orang lain itu sama seperti kita melempar sesuatu ke atas dan kita akan mendapatkan imbal balik dari amail kita tersebut( saling membantu) baik di dunia maupun di akhirat. Maka dari itu berbagi tidak mengenal usia maupun kalangan, tapi siapa yang mau maka dia akan mendapatkan hasilnya yg luar biasa, dan plusnya lagi yang kembali itu akan lebih baik dari pada yang kita lempar. Bila kita melempar dengan sesuatu berharga 10% yang kembali ke kita tentu lebih dari 10%, bisa 50%, 100% bahkan bisa sampai 7000%.


Saya teringat pengalaman yang sangat tdk bisa saya lupakan dan smg Allah ridho saya menceritakan pengalaman ini, kejadiannya saat di SMP. Saat itu SMP sy akan mengadakan kunjungan study tour ke Yogyakarta. Ongkosnya kalau tdk salah sekitar 900Rb an, dan tentu sy tdk ada uangnya. Tp sy berusaha untuk yakin bahwa yang membuat sy bisa ikut itu bukan uang, Tapi ijin Allah. Sejak saat itu saya mulai meningkatkan ibadah, dan mulai sering untuk bisa berbagi dgn orang lain, baik tenaga, materil, maupun moril….. Dan 1 minggu sebelum keberangkatanpun sy blm membayar 1 rupiah pun……Tp Alhamdulillah sy punya Allah, Tuhan yg tidak pernah ingkar akan janji2nya, tepat 3 hari sebelum keberangakatan sy pun bisa melunasi ongkos study tour tersebut. Dari mana uangnya?? Tentu itu dari Allah yg dititipkan ke hambanya yg dermawan.. dan Allah tidak hanya memberikan ongkosnya saja, tapi memberikan sy uang sakunya yg mana itu sebenrnya sangat lebih bagi saya sendiri dan akhirnya sy bisa membawa oleh2 untuk orang rumah. :) 

Semua itu tentu bukan kejadian biasa, tapi sudah menjadi bagian dari rencana Allah. Rencana yg merupakan sebaik2nya sebuah rencana.  Sejak saat itu sy meyakini bahwa yang namanya berbagi itu, efeknya sgt besar. Mulai dari Rizky yang bertambah, ketenangan yang didapat, kedamaian, kemudahan dalam menjalani semua aktifitas, dan tentuk kesehatan.

Sekarang ini banyak sekali saudara2 kita yang sedang membutuhkan bantuan, baik saudara dekat sekitar rumah maupun saudara nan jauh disana. Rohingya salah satunya, bagi saya kasus Rohingya ini sangat memperihatinkan, bagaimana tidak memperihatinkan, mereka ini sebuah etnis yg kewarganegaraannya tidak diakui, bisa kita bayangkan bagaiman rasanya kalau kita tidak punya kwarganegaraan, tentu hidup kita akan terlunta-lunta, ntah mau pergi mana.

Rohingya ini, tinggal di Myanmar di usir, dibantai, dibunu, pergi ke Bangladeshpun tidak diijinkan. Hidup mereka ini terlunta-lunta, mereka tidak tahu harus pergi kemana, bahkan ada yang nekat menyebrang lautan yg ganas dengan perahu kecilny dan dgn bekal seadanya. Sungguh ini suatu keadaan yang memperihatikan.  Alhamdulillah nya, yg saya denger diberita sekarang(16sept2017) pemerintah Bangladesh mulai mengijinkan Rohingya untuk memasuki wilayah sekedar untuk mengungsi. Tp saya yakin, keadaan ini tidak akan berlangsung lama. Etnis Rohingya pasti akan kembali mengalami tindakan2 yg sangat kejam dari pihak2 yg membenci Rohinhya.  Disinilah peran dunia internasional harus ada, masyarakat dunia khususnya umat Islam harus ada untuk Rohingya. Disaat seperti ini lah etnis Rohingya, membutuhkan bantuan2 dari kita yang hari ini masih diberikan kenikmatan dmn etnis Rohingyatidak bisa merasakan kenikmatan seperti yg kita rasakan sekarang.

Ini menjadi sebuah kesempatan bagi kita untuk bisa membuktikan bahwa kita peduli, peduli terhadap saudara2 kita yg sedang ditindas. Membantu saudara2 sdg mengalami kesulitan tentuitu bagian dari ketaqwaan kepada Allah. Allah pun sdh menjanjikan balasan bagi2 orang yg membantu saudara2nya. Salah satunya di Qs. AL baqarah 261. Disitu bahkan Allah menjanjikan balasan hingga 700 x bagi orang2 yg membantu saudaranya. 


Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik bagi kita semua & menjaga serta menguatkan kita dari gangguan pihak2 yg benci terhadap agama  ini. Aamiin.
Wallahu’alam…
-AlpinZul
pkl. 14.51, 16 Sept 2017

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Antara kita, Rohingya dan berbagi."