Hari Ahad, 10 September 2017 kemarin sy dan kawan2 dari
Komunitas Pelajar Peduli Masyarakat mengadakan aksi galang dana untuk Rohingya.
Bagi sy aksi galang dana ini bukan hanya sekedar aksi biasa, banyak pelajaran
yang bisa sy ambil dari aksi tersebut. Mulai dari sebuah pengorbanan, kerja
keras, dan pantang menyerah dalam mencapai tujuan yang sdh ditentukan.
Sy terhenyak ketika melihat animo masyarakat dalam membantu
saudara kita etnis Rohingya yang begitu tinggi. Apalagi saat ada seorang
pemulung dan pengamen yang ikut menyumbangkan uangnya untuk Rohingya. Sy
terharu saat melihat kejadian itu, bagaimana mungkin seorang pemulung &
pengamen yang sudah pasti hidupnya pas-pasan tetapi berani untuk memberikan
semua uang yg dia bawa untuk membantu saudaranya di Rohingya, sungguh bagi saya
ini adalah keajaiban dari sebuah keyakinan. Keyakinan yang membuat hal yang
berat menjadi ringan, yang impossible
menjadi possible.
Kejadian tersebut mengajarkan kepada kami khususnya sy
sendiri bahwa kepentingan saudara2 yg membutuhkan itu memang harus lebih
diuatamakan. Kita harus meyakini bahwa yang namanya berbagi itu tidak mengenal
kayak dan miskin, punya atau tidak punya tapi antara mau atau tidak. Kaya materi
tidak menjamin orang tersebut akan rajin dalam berbagi, dan orang yang miskin
blm tentu juga dia akan pelit dalam berbagi. Dalam kejadian diatas, kita bisa
memahami bahwa bahwa orang yang hidupnya pas-pasan pun bila memang mau tentu
dia akan menyisihkan sebagian dari rizkinya. Dan tentu saja Allah akan
memberikan balasan yang terbaik bagi orang2 yang membantu sesamanya.
Berbagi itu seperti melempar lurus batu ke atas, yang tentu
akan balik lagi kea rah pelemparnya. Yaa seperti itulah berbagi, bila kita
membantu orang lain itu sama seperti kita melempar sesuatu ke atas dan kita
akan mendapatkan imbal balik dari amail kita tersebut( saling membantu) baik di
dunia maupun di akhirat. Maka dari itu berbagi tidak mengenal usia maupun
kalangan, tapi siapa yang mau maka dia akan mendapatkan hasilnya yg luar biasa,
dan plusnya lagi yang kembali itu akan lebih baik dari pada yang kita lempar.
Bila kita melempar dengan sesuatu berharga 10% yang kembali ke kita tentu lebih
dari 10%, bisa 50%, 100% bahkan bisa sampai 7000%.
Saya teringat pengalaman yang sangat tdk bisa saya lupakan
dan smg Allah ridho saya menceritakan pengalaman ini, kejadiannya saat di SMP.
Saat itu SMP sy akan mengadakan kunjungan study tour ke Yogyakarta. Ongkosnya
kalau tdk salah sekitar 900Rb an, dan tentu sy tdk ada uangnya. Tp sy berusaha
untuk yakin bahwa yang membuat sy bisa ikut itu bukan uang, Tapi ijin Allah.
Sejak saat itu saya mulai meningkatkan ibadah, dan mulai sering untuk bisa
berbagi dgn orang lain, baik tenaga, materil, maupun moril….. Dan 1 minggu
sebelum keberangkatanpun sy blm membayar 1 rupiah pun……Tp Alhamdulillah sy
punya Allah, Tuhan yg tidak pernah ingkar akan janji2nya, tepat 3 hari sebelum
keberangakatan sy pun bisa melunasi ongkos study tour tersebut. Dari mana
uangnya?? Tentu itu dari Allah yg dititipkan ke hambanya yg dermawan.. dan
Allah tidak hanya memberikan ongkosnya saja, tapi memberikan sy uang sakunya yg
mana itu sebenrnya sangat lebih bagi saya sendiri dan akhirnya sy bisa membawa
oleh2 untuk orang rumah. :)
Semua itu tentu bukan kejadian biasa, tapi sudah menjadi
bagian dari rencana Allah. Rencana yg merupakan sebaik2nya sebuah rencana. Sejak saat itu sy meyakini bahwa yang namanya
berbagi itu, efeknya sgt besar. Mulai dari Rizky yang bertambah, ketenangan
yang didapat, kedamaian, kemudahan dalam menjalani semua aktifitas, dan tentuk
kesehatan.
Sekarang ini banyak sekali saudara2 kita yang sedang
membutuhkan bantuan, baik saudara dekat sekitar rumah maupun saudara nan jauh
disana. Rohingya salah satunya, bagi saya kasus Rohingya ini sangat
memperihatinkan, bagaimana tidak memperihatinkan, mereka ini sebuah etnis yg
kewarganegaraannya tidak diakui, bisa kita bayangkan bagaiman rasanya kalau
kita tidak punya kwarganegaraan, tentu hidup kita akan terlunta-lunta, ntah mau
pergi mana.
Rohingya ini, tinggal di Myanmar di usir, dibantai, dibunu,
pergi ke Bangladeshpun tidak diijinkan. Hidup mereka ini terlunta-lunta, mereka
tidak tahu harus pergi kemana, bahkan ada yang nekat menyebrang lautan yg ganas
dengan perahu kecilny dan dgn bekal seadanya. Sungguh ini suatu keadaan yang
memperihatikan. Alhamdulillah nya, yg
saya denger diberita sekarang(16sept2017) pemerintah Bangladesh mulai
mengijinkan Rohingya untuk memasuki wilayah sekedar untuk mengungsi. Tp saya
yakin, keadaan ini tidak akan berlangsung lama. Etnis Rohingya pasti akan
kembali mengalami tindakan2 yg sangat kejam dari pihak2 yg membenci
Rohinhya. Disinilah peran dunia
internasional harus ada, masyarakat dunia khususnya umat Islam harus ada untuk
Rohingya. Disaat seperti ini lah etnis Rohingya, membutuhkan bantuan2 dari kita
yang hari ini masih diberikan kenikmatan dmn etnis Rohingyatidak bisa merasakan
kenikmatan seperti yg kita rasakan sekarang.
Ini menjadi sebuah kesempatan bagi kita untuk bisa
membuktikan bahwa kita peduli, peduli terhadap saudara2 kita yg sedang
ditindas. Membantu saudara2 sdg mengalami kesulitan tentuitu bagian dari
ketaqwaan kepada Allah. Allah pun sdh menjanjikan balasan bagi2 orang yg
membantu saudara2nya. Salah satunya di Qs. AL baqarah 261. Disitu bahkan Allah
menjanjikan balasan hingga 700 x bagi orang2 yg membantu saudaranya.
Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik bagi kita semua
& menjaga serta menguatkan kita dari gangguan pihak2 yg benci terhadap
agama ini. Aamiin.
Wallahu’alam…
-AlpinZul
pkl. 14.51, 16 Sept 2017


0 Response to "Antara kita, Rohingya dan berbagi."
Posting Komentar