Klik VSI Yusuf Mansur

Iklan

Hitam dan Putih

Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamu'alaikum, Wr.Wb...

Haiiii, Kamu bagaimana kabarnya? Sehatkan? saya berharap kamu selalu dalam keadaan yang sehat wal'afiyat ya, Aamiin.

Sekarang malam jum'at, malam dimana saudara-saudara kita (Read: Muslim) yang sudah pergi meninggalkan kita diberikan kesempatan oleh Allah agar bisa melihat sanak keluarganya yang masih hidup di dunia. Iyap, di malam/hari Jum'at inilah saudara-saudara kita yang telah tiada memiliki kesempatan untuk bisa melihat keluarganya yang masih hidup. Dengan kata lain, hari jum'at memang hari yang sangat spesial, hari yang sangat agung.

Tidak lupa juga dengan saya sendiri, Malam/hari jum'at adalah hari yang sangat saya tunggu-tunggu. mengapa? yaa tak lain dan tak bukan karna di malam tersebut saya sangat-sangat bisa merasakan kehadiran seseorang yang sangat saya cintai, yang sangat saya rindukan, seseorang yang namanya tersebut tidak pernah absen dalam setiap doa-doa saya, seseorang yang pertama kali mengajarkan saya tentang hidup,yang mengajarkan saya tentang ilmu agama, yang mengajarkan saya agar tidak lupa dengan yang maha kuasa, yang mengajarkan saya untuk bisa menjadi manusia yang bermanfaat, yap beliaulah yang selalu dan ada bersama saya ketika saya masih kecil. Terkadang memang saya sedih kalau melihat kehidupan masa kecil saya, ketika beliau masih ada saya tidak bisa membuat hatinya senang, seringpula saya tidak menuruti perintahnya, seringpula saya membohonginya, Subhanallah, saya menyesal bila mengingat hal-hal seperti itu. 

Andai waktu bisa diulang ingin rasanya saya bisa selalu bersamanya, bisa lebih berbakti kepadanya,bisa lebih menuruti permintaannya. Tapi, semua itu pasti tidak akan pernah terjadi, sekarang yang bisa saya lakukan hanya senantiasa mendoakannya, senantiasa agar selalu istiqomah membawa namanya dalam setiap doa-doa yang saya mohonkan kepada Tuhan yang maha Esa. Semoga Allah senantiasa memberikan kenikmatan kepada beliau. Aamiin ya Rabb.

Tapi, Alhamdulillah. Saya masih memiliki seorang bidadari yang yang merupakan karunia dari Allah. In Sha Allah dengan semua masa lalu itu, saya akan berusaha untuk tidak menyianyiakan karunia ini, saya akan berusaha untuk selalu menjaganya, untuk selalu menuruti kemauannya. terkadang memang sulit, tapi doakan saja semoga Allah selalu memberikan hidayahnya untuk saya.



Alhamdulillah sekarang saya sudah menjadi pelajar SMA, berarti  sudah makin dewasa, saya mohon doa dari kamu agar kedewasaan ini dibarengi pula dengan kedewasaan berpikir serta bertindak, dan agar senantiasa lebih baik lagi.

Masa SMA/masa pubertas memang masa dimana seorang insan manusia mengalama perubahan yang sangat signifikan, dimasa inilah seorang remaja mulai mencari identitas dirinya, dimasa inilah seorang pelajar mulai memiliki pemikirinnya, dan dimasa inilah seorang remaja mulai timbul rasa tertarik terhadap lawan jenis.

Yapp begitupulah yang terjadi dengan diri saya, salah satu ialah mulai timbul rasa tertarik dengan lawan jenis. Istilah gaulnya itu kena "Virus Merah Jambu". Mayoritas seorang remaja menyalurkan rasa tertariknya tersebut dengan mulai mendekati lawan jenis tersebut, mulai berkenalan dengan si "Doi" nya itu, lalu yang pada akhirya rasa tersebut berubah menjadi sebuah hubungan yang biasa di sebut dengan "PACARAN".

Disitulah masalahnya, sejak awal saya berkomitmen bahwa di masa remaja ini saya untuk tidak pacaran, untuk bisa memendam perasaan tertarik tersebut, untuk bisa mengontrol perasaan tersebut. Pada dasarnya saya memang sangat benci dengan istilah pacara, apalagi kalau seorang remaja melakukan kegiatan pacaran, ah saya sangat benci sekali. Tapi, saya hanya manusia yang sangat lemah, terkadang saya berpikir untuk melanggar komitmen tersebut.. Ahhh, membingungkan memang.

Doakan saja kawan, dengan doa yang selalu diucapkan dan ditambah dengan keyakinan, in sha Allah semua bisa teratasi.

Kamu pasti bertanya-tanya, sebenarnya siapa sih akhwat tersebut, akhwat yang membuat hati penulis ini menjadi tertarik padanya.
Ahhh saya malu menyebut namanya, saya takut, saya merasa lancang untuk berharap kepadanya, iyap "Sesuatu yang langka memang susah didapatkanya, butuh perjuangan yag besar untuk bisa mendapatkanya", itulah yang membuat saya jadi  merasa malu.
Tapi yang jelas, dia itu adalah seorang akhwat yang baik, berpakaian syar'i, penutup kepalanya tidak sampai diatas dada, tapi sampai di bawah dada, setiap saya melihatnya mengingatkan saya untuk bisa menjadi lebih baik lagi.. Memang jarang bertemu, jarang ngobrol, tapi ntah kenapa saya bisa tertarik denganya. Subhanallah
#IrhamnaYaAllah

Hmmmm,
Pamit Ijin pergi, yukkkk
Assalamu'alaikum...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hitam dan Putih"